Jumat, 11 Januari 2013

Jalan Akses Menuju Raja Ampat

Mengunjungi kepulauan ini tidaklah terlalu sulit walau memang memakan waktu dan biaya cukup besar. Kita dapat menggunakan maskapai penerbangan dari Jakarta ke Sorong via Menado selama 6 jam penerbangan. Dari Sorong –kota yang cukup besar dan fasilitas lumayan lengkap- untuk menjelajahi Raja Ampat pilihannya ada dua, ikut tur dengan perahu pinisi atau tinggal di resor Papua Diving. Sekalipun kebanyakan wisatawan yang datang ke Raja Ampat saat ini adalah para penyelam, sebenarnya lokasi ini menarik juga bagi turis non penyelam karena juga memiliki pantai-pantai berpasir putih yang sangat indah, gugusan pulau-pulau karst nan mempesona dan flora-fauna unik endemik seperti cendrawasih merah, cendrawasih Wilson, maleo waigeo, beraneka burung kakatua dan nuri, kuskus waigeo, serta beragam jenis anggrek.



akses menuju Raja Ampat saat ini semakin mudah dari berbagai wilayah di Tanah Air. Saat ini sudah ada banyak penerbangan, baik langsung ataupun tidak langsung, setiap hari dari beberapa kota besar di Indonesia, seperti Jakarta dan Denpasar. Biaya perjalanannya pun semakin terjangkau dan tidak tergolong mahal lagi karena sudah banyak maskapai penerbangan yang menuju ke sana. "Selain akses yang cukup mudah, saat ini banyak warga Indonesia, terutama para eksekutif muda yang gemar menyelam datang ke Raja Ampat," ucapnya.

Ada baiknya, Anda melakukan perjalanan ke Raja Ampat secara berkelompok. Hal ini akan menenkan biaya transportasi untuk menyewa boat. Biaya boat paling mahal adalah Rp 30 juta untuk menuju Kepulauan Wayag atau ke Misool. Tak perlu berkecil hati, dengan kisaran di bawah Rp 15 juta pun sudah cukup untuk menjelajahi Raja Ampat. Anda bisa berkeliling Waisai, ibukota Kabupaten Raja Ampat, hingga Arborek untuk menikmati keindahan Raja Ampat. Biasanya, biaya sewa perhari rata-rata Rp 3 juta, tinggal dikalikan saja lama waktu Anda tinggal.

Asal Usul Raja Ampat Papua

Asal mula nama Raja Ampat menurut mitos masyarakat setempat berasal dari seorang wanita yang menemukan tujuh telur. Empat butir di antaranya menetas menjadi empat orang pangeran yang berpisah dan masing-masing menjadi raja yang berkuasa di Waigeo, Salawati, Misool Timur dan Misool Barat. Sementara itu, tiga butir telur lainnya menjadi hantu, seorang wanita, dan sebuah batu.



Namun penamaan Raja Ampat juga dihubungkan dengan empat pulau besar di Raja Ampat. "Pulau Waigeu, Solawati, Batanta, dan Misol. Juga dihubungkan dengan empat suku yang ditanggal di Waigeu, suku ambel, langganyan, kawei, dan wawiyai," katanya.

Berkembang mulai abad ke 19, masyarakat Raja Ampat kemudian terdidik menjadi masyarakat bahari yang tangguh. Namun kemudian saat Raja Ampat sudah menjadi tujuan wisata bawah laut kelas dunia, warga asli Raja Ampat merasa diabaikan.

 Dalam perjalanan sejarah, wilayah Raja Ampat telah lama dihuni oleh masyarakat bangsawan dan menerapkan sistem adat Maluku. Dalam sistem ini, masyarakat skumpulan manusia. Tiap desa dipimpin oleh seorang raja. Semenjak berdirinya lima kesultanan muslim di Maluku, Raja Ampat menjadi bagian klaim dari Kesultanan Tidore. Setelah Kesultanan Tidore takluk dari Belanda, Kepulauan Raja Ampat menjadi bagian klaim Hindia-Belanda.

Senin, 07 Januari 2013

Fakta Tentang Wisata Raja Ampat

Raja Ampat Papua memilki banyak sekali potensi keindahan alam laut dan pantai nya, tidak hanya di daratan, akan tetapi juga wisata bawah lautnya yang sungguh menggoda mata. Maka tak heran jika wisata Raja Ampat Papua ini menjadi wisata favorit dunia saat ini. Dan ternyata Raja Ampat Papua juga memiliki Fakta-fakta yang mungkin belum anda ketahui. Berikut Fakta Tentang Wisata Raja Ampat


 
Kepulauan Raja Ampat tak hanya dianggap sebagai taman laut terbesar di Indonesia, namun juga diyakini memiliki kekayaan biota laut terbesar di dunia. Terkuaknya panorama alam bawah laut Raja Ampat bermula ketika seorang penyelam ulung berkebangsan Belanda bernama Max Ammer mengunjungi kawasan ini. Kunjungan pertama Max Ammer pada tahun 1990 ke Raja Ampat bermula dari keinginannya untuk menelusuri kapal dan pesawat yang karam pada masa Perang Dunia II. Penelusurannya ini sangat berkesan, sehingga pada tahun 1998 ia mengajak Gerry Allen, seorang ahli perikanan (Ichthyologist) dari Australia, untuk mengadakan survei di tempat ini. Betapa terkejutnya Gerry Allen melihat sumber daya bawah laut yang begitu beragam dalam jumlah yang sangat besar.
Gerry Allen kemudian mengontak Conservation International (CI) untuk mengadakan survei kekayaan bawah laut di perairan Raja Ampat pada tahun 2001 dan 2002. Hasil survei ini membuktikan bahwa perairan Raja Ampat merupakan kawasan terumbu karang dengan kekayaan biota laut terbesar di dunia. Kawasan ini  memiliki setidaknya 1.300 spesies ikan, 600 jenis terumbu karang, serta 700 jenis kerang, belum lagi berbagai jenis kura-kura, ganggang, dan ubur-ubur.
Demikianlah sekilas fakta fakta tentang objek wisata Raja Ampat Papua yang mungkin belum anda ketahui. Indonesia memang kaya akan keindahan alamnya, mulai dari pulai Bali, Lombok, termasuk Papua dengan Wisata Raja Ampat nya.

Keindahan Bawah Laut Raja Ampat


Selain keindahan pantai yang dimiliki Raja Ampat, Papua ternyata objek wisata yang satu ini juga memiliki keindahan biota laut, atau lebih tepatnya keindahan bawah laut yang mempesona. Kali ini, kami akan sedikit membahas mengenai keindahan bawah laut raja ampat dimana banyak wisatawan yang memiliki untuk menyelam memandangi indahnya pemandangan bawah laut raja ampat papua.



Pemandangan bawah laut Raja Ampat tak kalah menakjubkannya. Terdapat diving point dimana Anda bisa menemukan ikan Manta yang sering berkeliaran di sana. Ikan yang bentuknya mirip pari-pari tapi berukuran lebih besar ini bisa Anda ajak bercanda di sekitar perairan desa Arborek. Jernihnya air laut di Raja Ampat membuat scuba diving menjadi lebih sempurna. Ada pula kawanan lumba-lumba yang siap menghibur Anda dengan aksi-aksinya yang luar biasa.

Bahkan pada bulan Oktober hingga Desember, kawanan ikan Paus sering terlihat di Raja Ampat. Tertarik menyaksikan keanekaragaman biota laut Indonesia? Datanglah ke Raja Ampat, Anda akan menyaksikan surga bawah laut terindah dunia.

Dalam catatan fotografi bawah laut di kawasan Raja Ampat, Imam Brotoseno menyebutkan bahwa kandungan kekayaan biota laut Raja Ampat paling besar di seluruh area segitiga koral dunia, yaitu Philipina-Indonesia-Papua Nugini. Segitiga koral ini merupakan jantung kekayaan terumbu karang dunia yang dilindungi dan ditetapkan berdasarkan konservasi perlindungan alam internasional. Dari sekitar 600-an jenis terumbu karang di dunia, 75% di antaranya berada di perairan Raja Ampat.
Dengan begitu luasnya perairan Raja Ampat serta kekayaan biota lautnya yang beragam, maka wisatawan yang ingin menikmati panorama bawah laut dapat memilih beberapa titik penyelaman. Di sekitar Pulau Kri, misalnya, wisatawan dapat menyaksikan keindahan terumbu karang serta berbagai jenis ikan yang sangat menakjubkan, termasuk jenis ikan queensland grouper yang terkenal, ikan kuwe, kakap, kerapu, hiu karang, tuna, napoeleon wrasse, barracuda, serta giant trevally. Kekayaan berbagai jenis ikan di kawasan Pulau Kri ini pernah dibuktikan oleh Gerry Allen, di mana dalam sekali menyelam ia mencatat setidaknya terdapat 283 jenis ikan. Jumlah yang sangat mencengangkan untuk satu kali penyelaman.

Nah, itulah dia sekilas mengenai keindahan bawah laut raja ampat papua yang bisa kita nikmati jika mengujungi Objek wisata yang satu ini.

Rabu, 02 Januari 2013

Desa Aborek, Raja Ampat Papua

Raja Ampat Papua, ternyata memiliki banyak sekali wilayah yang kaya akan keindahan alam yang dahsyat, tidak hanya keindahan laut saja, bahkan keindahan daratan juga bisa kita dapatkan disalah satu tempat yang berada di Raja Ampat, Papua bernama Desa Aborek. Desa Aborek, Raja Ampat Papua ini menawarkan keindahan darat dan laut yang mempesona, berikut selengkapnya.



Raja Ampat tidak hanya menawarkan keindahan alam bawah laut, tapi juga daratan yang eksotis. Ada Desa Wisata Arborek yang menawarkan keasrian desa dan juga melihat terampilnya ibu-ibu membuat tas. Terletak di Meos Mansar, Raja Ampat, Papua Barat, Desa Arborek menawarkan wisata yang berbeda. Di atas tanah seluas 7 hektar, Desa Wisata Arborek dihuni oleh lebih dari 150 keluarga. Desa ini menjadi pelopor di antara 18 desa wisata di Papua Barat.

Dilihat dari situs resmi Pariwisata Indonesia, Selasa (22/5/2012) untuk menemukan keindahan alam Arborek tidaklah sulit, terutama alam bawah lautnya. Langsung terjun saja ke laut Arborek dari dermaga, aneka terumbu karang cantik telah menanti. Jika ingin menyelam dengan sensasi lebih menakjubkan, Anda bisa memilih lokasi di tengah laut Arborek. Cukup dengan menaiki ketinting atau perahu bermotor selama 10 menit, turis sudah berada di lokasi penyelaman terbaik.

Selesai menyelam, keluarkan kamera Anda dan tangkap momen yang mungkin jarang Anda lihat, menyaksikan nelayan melepas jala. Atau yang lebih seru lagi, melihat nelayan menangkap ikan menggunakan tombak. Wow! Tidak hanya perairan, Arborek di Raja Ampat juga asyik dinikmati dari darat. Berjalan menyusuri jalan setapak juga akan menjadi pengalaman tak terlupakan. Sepanjang jalan Anda akan disapa dengan hangat oleh penduduk. Bahkan, tak jarang yang mengajak berkenalan.

Tarik napas Anda dalam-dalam, dan hembuskan perlahan. Nikmati udara bersih yang dihasilkan dari pepohonan rimbun di Arborek. Mungkin udara seperti ini akan sulit Anda temukan begitu kembali ke kota asal. Selain keindahan alam bawah laut, masih banyak hal menarik yang bisa Anda temukan saat berada di Desa Arborek. Salah satunya adalah bercengkrama dengan penduduk asli Arborek yang terkenal ramah.

Sambil berbincang, Anda bisa melihat jemari para ibu yang lincah membuat tas dan topi dari pandan. Ya, para ibu Desa Arborek memang terkenal sebagai pengrajin topi dan tas. Jika tertarik, Anda juga bisa belajar membuat. Tidak seperti kebanyakan wanita desa lain yang biasanya ikut membantu para suami sebagai nelayan, wanita Desa Arborek memproduksi tas dan topi sebagai pekerjaan pokok. Kebanyakan dari mereka menganggap pekerjaan sebagai pengrajin tas dan topi jauh lebih anggun untuk kaum wanita.

Untuk mencapai Desa Arborek, Anda bisa berangkat dari Sorong. Kemudian dilanjutkan mengunakan kapal motor dari Pelabuhan Perikanan Sorong ke Waisai, ibu kota Kabupaten Raja Ampat. Dari Waisai, perjalanan masih harus dilanjutkan selama kurang dari dua jam dengan menggunakan perahu panjang ke Desa Arborek.

Nah, itulah dia sekilas mengenai Desa Aborek sebagai salah satu tujuan wisatawan ketika hendak berkunjung ke Raja Ampat Papua, memang beberapa pemandangan laut dan darat disajikan di tempat ini.