Selain terkenal dengan keindahan pantai nya yang memukau, ternyata Raja Ampat juga terkenal dengan Wisata Desa Desa nya yang menarik dari sisi kebudayaan, kehidupan, adat istiadat dan lain lain, termasuk di Desa Desa itu juga memiliki keindahan alam yang tak kalah takjubnya. Total ada 3 Desa Desa Wisata Raja Ampat, yakni Desa Aborek, Desa sawinggrai, dan Desa Sauwandarek. Berikut lebih lengkapnya tentang ketiga desa tersebut.
1. Desa Arborek
Desa ini dihuni oleh 150
keluarga, serta menjadi pelopor bagi 18 desa wisata yang sedang
berkembang. Anda bisa bertemu dengan penduduk asli Raja Ampat yang
terkenal ramah di desa ini. Di desa ini, Anda bisa berburu
suvenir cantik yang diproduksi oleh masyarakat setempat, yaitu topi dan
tas tali atau yang biasa disebut noken. Tidak hanya membeli, Anda juga
bisa belajar membuatnya.
Selain masyarakat yang ramah, alam di
desa ini juga sangat indah. Anda bisa berjalan mengitari desanya sambil
menghirup udara yang segar. Jika ingin menikmati pasir putih, datanglah
ke pantainya. Lautan biru dengan pasir putihnya akan menemani Anda
selama bersantai di pantainya. Selain itu, Anda juga bisa melihat
aktivitas nelayan yang sedang berburu ikan dengan jala atau tombak.
Pemandangan yang langka!
Untuk mencapai Desa Arborek, Anda bisa
berangkat dari Sorong. Kemudian dilanjutkan mengunakan kapal motor dari
Pelabuhan Perikanan Sorong ke Waisai, ibu kota Kabupaten Raja Ampat.
Dari Waisai, perjalanan masih harus dilanjutkan selama kurang dari dua
jam dengan menggunakan perahu panjang ke Desa Arborek.
2. Desa Sawinggrai
Tidak
jauh dari Desa Arborek, desa ini pun menarik untuk dikunjungi. Di Desa
Sawinggrai, Anda bisa melihat burung cendrawasih dari dekat. Ada empat
jenis cendrawasih yang dapat Anda temukan di desa ini, tertarik? Empat
jenis burung cendrawasih tersebut adalah cendrawasih merah, cendrawasih
wilson, cendrawasih lesser, dan cendrawasih greater. Tidak hanya
melihat, tapi Anda juga dapat menyaksikan burung tersebut menari.
Di
pagi hari burung Cendrawasih biasanya tampil pukul 06.30-07.30 WIT, dan
pada sore hari pukul 16.30-18.00 WIT. Dengan suara yang khas dan
bulu-bulu yang berwarna-warni nan cantik, Anda akan terpesona oleh
burung cendrawasih khas dari Papua tersebut. Jangan lupa untuk menjelajahi pantainya dan bercengkrama langsung dengan penduduk sekitar yang ramah.
3. Desa Sauwandarek
Masih
di Waisai, Desa Sauwandarek merupakan salah satu desa berkembang dengan
kerajinan masyrakatnya. Di sini, Anda dapat berburu suvenir seperti
topi dan tas yang terbuat dari daun pandan laut. Tentu akan menjadi
suvenir yang cantik untuk Anda bawa pulang. Dengan kisaran harga
Rp 25.000-50.000, Anda dapat membeli suvenir-suvenir cantik di desa ini.
Selain suvenir, rumah-rumah penduduk di Desa Sauwandarek masih banyak
yang beratapkan daun jerami.
Desa ini juga terkenal dengan
karang-karangnya yang indah. Tak ketinggalan, pantai dan dunia bawah
laut di desa ini pun sungguh memesona. Selain itu, ada sebuah danau asin
lokal yang disebut Telaga Yenauwyau, yang terletak di belakang desa. Itulah
tiga desa wisata yang telah berkembang dan dapat Anda kunjungi saat
berkunjung ke Raja Ampat. Selain mengenal desanya, Anda pun dapat
menikmati sisi lain keindahan Raja Ampat dari daratan.
Home » All posts
Senin, 21 Januari 2013
Sabtu, 19 Januari 2013
Kuliner Khas Raja Ampat
BPUN9CDVSWE5
Para Warga setempat Raja Ampat sebagian bekerja
sebagai nelayan dan petani tradisional. Mereka kebanyakan masih bertahan
pada cara hidup tradisional, makan makanan tradisional yang disiapkan
dengan cara yang tradisional.
Makanan pokok di Papua antara lain adalah
nasi, sagu dan ubi, yang biasanya disiapkan terpisah dari hidangan laut,
ayam, daging babi dan sayur-sayuran hijau.Kelapa juga biasanya
digunakan untuk memasak, sebagai contoh, daun umbi yang direbus bersama
dengan santan. Babi utuh dipanggang untuk acara-acara adat. Masakan
tradisional raja ampat antar lain seperti, Mumu, Barapen Ayam dan
Papeda.
Kuliner di Raja Ampat - Mumu adalah masakan tradisional yang namanya
diambil dari nama tempat memasak warga setempat; dikombinasikan dengan
daging babi, ubi manis, nasi dan sayuran. Mumu dimasak di atas batu yang
sangat panas. Barapen Ayam ala Walesi adalah salah satu makanan adat
Papua yang sangat terkenal, Walesi sendiri adalah nama dari salah satu
suku Wamena. Mereka menggantikan daging babi dengan daging ayam, karena
mayoritas penduduk Wamena adalah Muslim.
Cara memasaknya adalah dengan
menggunakan batu yang dibakar hingga merah, menaruhnya didalam drum yang
sudah ditanam di dalam tanah. Setelah itu,baru ditaruh ubi manis, dan
sayuran. Lalu, daging ayam yang sudah diberi bumbu, siram daging ayam,
ubi manis dan sayuran dengan minyak.Kemudian tutup drum dengan plastik
tebal yang tahan panas.
Masakan tradisional yang lainnya adalah Papeda,
yang dibuat dari tepung sagu. Makanan ini sangat populer bagi masyarakat
pantai atau daerah dataran rendah. Untuk membuatnya relatif mudah,
cukup dengan menuangkan air panas ke dalam tepung sagu, aduk berulang
kali hingga kental dan memiliki penampilan seperti lem. Menikmati papeda
dengan bumbu kuning atau hidangan ikan asam atau yang lainnya
(opsional) ditambah dengan sambal akan terasa sangat lezat.
Ada juga
minuman tradisional seperti Saguer, semacam 'MILO' (minuman lokal)
alkohol yang diproses dari kelapa murni. Minuman yang dapat memabukan,
relatif mudah untuk membuat. Tetapi jika anda berkunjung ke sana,
pastikan Anda menikmati jenis makanan laut segar yang melimpah.
Kamis, 17 Januari 2013
Pulau Pulau di Raja Ampat
Raja Ampat adalah pecahan Kabupaten Sorong, sejak 2003. Kabupaten
berpenduduk 31.000 jiwa ini memiliki 610 pulau (hanya 35 pulau yang
dihuni) dengan luas wilayah sekitar 46.000 km2, namun hanya 6.000 km2
berupa daratan, 40.000 km2 lagi lautan. Pulau-pulau yang belum terjamah
dan lautnya yang masih asri membuat wisatawan langsung terpikat. Mereka
seakan ingin menjelajahi seluruh perairan di “Kepala Burung” Pulau
Papua.
Kepulauan ini sekarang menjadi tujuan para penyelam yang tertarik akan keindahan pemandangan bawah lautnya. Empat gugusan pulau yang menjadi anggotanya dinamakan menurut empat pulau terbesarnya, yaitu Pulau Waigeo, Pulau Misool, Pulau Salawati, dan Pulau Batanta.
Wilayah ini sempat menjadi incaran para pemburu ikan karang dengan cara mengebom dan menebar racun sianida. Namun, masih banyak penduduk yang berupaya melindungi kawasan itu sehingga kekayaan lautnya bisa diselamatkan. Terumbu karang di laut Raja Ampat dinilai terlengkap di dunia. Dari 537 jenis karang dunia, 75 persennya berada di perairan ini. Ditemukan pula 1.104 jenis ikan, 669 jenis moluska (hewan lunak), dan 537 jenis hewan karang. Luar biasa.
Bank Dunia bekerja sama dengan lembaga lingkungan global menetapkan Raja Ampat sebagai salah satu wilayah di Indonesia Timur yang mendapat bantuan Coral Reef Rehabilitation and Management Program (Coremap) II, sejak 2005. Di Raja Ampat, program ini mencakup 17 kampung dan melibatkan penduduk lokal. Nelayan juga dilatih membudidayakan ikan kerapu dan rumput laut.
Kepulauan ini sekarang menjadi tujuan para penyelam yang tertarik akan keindahan pemandangan bawah lautnya. Empat gugusan pulau yang menjadi anggotanya dinamakan menurut empat pulau terbesarnya, yaitu Pulau Waigeo, Pulau Misool, Pulau Salawati, dan Pulau Batanta.
Wilayah ini sempat menjadi incaran para pemburu ikan karang dengan cara mengebom dan menebar racun sianida. Namun, masih banyak penduduk yang berupaya melindungi kawasan itu sehingga kekayaan lautnya bisa diselamatkan. Terumbu karang di laut Raja Ampat dinilai terlengkap di dunia. Dari 537 jenis karang dunia, 75 persennya berada di perairan ini. Ditemukan pula 1.104 jenis ikan, 669 jenis moluska (hewan lunak), dan 537 jenis hewan karang. Luar biasa.
Bank Dunia bekerja sama dengan lembaga lingkungan global menetapkan Raja Ampat sebagai salah satu wilayah di Indonesia Timur yang mendapat bantuan Coral Reef Rehabilitation and Management Program (Coremap) II, sejak 2005. Di Raja Ampat, program ini mencakup 17 kampung dan melibatkan penduduk lokal. Nelayan juga dilatih membudidayakan ikan kerapu dan rumput laut.
Review Singkat Raja Ampat Papua
Raja ampat Papua, memang sangat terkenal keindahan pantai nya, bukan hanya pantai, bahkan keindahan alam bawah lautnya sungguh mempesona, dan tak heran jika banyak wisatawan asing dan lokal berkunjung ke Raja Ampat, Papua ini, walaupun harus merogoh kocek yang cukup banyak. Seperti yang kami kutip dari DetikTravel, ada salah satu rekan mereka yang memberikan sedikit Review mengenai Raja Ampat Papua, berikut Review Singkat Raja Ampat Papua.
Kecantikan Raja Ampat tak pernah gagal memesona semua wisatawan. Di sinilah surganya alam bawah laut dan primadonanya pesisir indah. Kepulauan di Timur Indonesia ini memiliki keindahan yang tiada dua.
Raja Ampat memang sangat memesona. Wilayah yang dihuni ribuan spesies dan terumbu karang ini wajib dijaga kelestariannya. Kepulauan Raja Ampat berlokasi di wilayah Papua Barat. Kepulauan ini sudah menjadi tempat favorit para petualang, baik dari dalam dan luar negeri. Â
Untuk mencapai wilayah Raja Ampat, traveler harus menempuh perjalanan yang cukup panjang dan biaya yang tidak sedikit. Namun semua itu seakan terbayar jika bisa menyaksikan sendiri keelokan alamnya dengan mata kepala kita sendiri. Â
Anda tidak mahir menyelam atau diving? Jangan khawatir, karena alam di atas laut Raja Ampat tidak kalah indah dengan alam bawah lautnya. Untuk ke depannya, adalah tugas kita bersama untuk menjaga kelestarian alam Raja Ampat. Jagalah agar tidak tercemar dengan alasan apapun guna keseimbangan ekosistem di dunia ini.
Salam Nusantara!
sumber : http://travel.detik.com/readfoto/2012/11/01/081939/2078176/1026/1/keindahan-raja-ampat-tiada-duanya
Kecantikan Raja Ampat tak pernah gagal memesona semua wisatawan. Di sinilah surganya alam bawah laut dan primadonanya pesisir indah. Kepulauan di Timur Indonesia ini memiliki keindahan yang tiada dua.
Raja Ampat memang sangat memesona. Wilayah yang dihuni ribuan spesies dan terumbu karang ini wajib dijaga kelestariannya. Kepulauan Raja Ampat berlokasi di wilayah Papua Barat. Kepulauan ini sudah menjadi tempat favorit para petualang, baik dari dalam dan luar negeri. Â
Untuk mencapai wilayah Raja Ampat, traveler harus menempuh perjalanan yang cukup panjang dan biaya yang tidak sedikit. Namun semua itu seakan terbayar jika bisa menyaksikan sendiri keelokan alamnya dengan mata kepala kita sendiri. Â
Anda tidak mahir menyelam atau diving? Jangan khawatir, karena alam di atas laut Raja Ampat tidak kalah indah dengan alam bawah lautnya. Untuk ke depannya, adalah tugas kita bersama untuk menjaga kelestarian alam Raja Ampat. Jagalah agar tidak tercemar dengan alasan apapun guna keseimbangan ekosistem di dunia ini.
Salam Nusantara!
sumber : http://travel.detik.com/readfoto/2012/11/01/081939/2078176/1026/1/keindahan-raja-ampat-tiada-duanya
Rabu, 16 Januari 2013
Masyarakat Raja Ampat Papua
Masyarakat Kepulauan Raja Ampat umumnya nelayan tradisional yang
berdiam di kampung-kampung kecil yang letaknya berjauhan dan berbeda
pulau. Mereka adalah masyarakat yang ramah menerima tamu dari luar,
apalagi kalau kita membawa oleh-oleh buat mereka berupa pinang ataupun permen.
Barang ini menjadi semacam 'pipa perdamaian indian' di Raja Ampat.
Acara mengobrol dengan makan pinang disebut juga "Para-para Pinang"
seringkali bergiliran satu sama lain saling melempar mob, istilah
setempat untuk cerita-cerita lucu.
Mereka adalah pemeluk Islam dan Kristen dan seringkali di dalam satu keluarga atau marga terdapat anggota yang memeluk salah satu dari dua agama tersebut. Hal ini menjadikan masyarakat Raja Ampat tetap rukun walaupun berbeda keyakinan.
Kearifan lokal yang terjaga dikalangan penduduk asli membuat kawasan indah ini selalu terjaga kebersihannya. Banyaknya ekosistem tidak membuat penduduk dengan seenaknya mengambil guna untuk memenuhi kebutuhan hidup. Bukan hanya itu, bahkan untuk mendapatkan gurita, nelayan masih menggunakan cara tradisional yaitu dengan menggunakan tangan sendiri. Mereka akan mencari gurita disaat air laut surut dengan mengandalkan daun kelapa agak kering yang dibakar untuk penerangannya.
Bukan hanya itu, penduduk tidak pernah memberi makan binatang liar dan berdekatan dengan mereka agar kelangsungan hidup mereka tidak terganggu oleh penduduk sekitar. Dengan selalu menjaga kearifan lokal, penduduk sekitar telah sangat membantu kelangsungan kehidupan ekosistem dan kekayaan alam dari Pulau Raja Ampat.
Mereka adalah pemeluk Islam dan Kristen dan seringkali di dalam satu keluarga atau marga terdapat anggota yang memeluk salah satu dari dua agama tersebut. Hal ini menjadikan masyarakat Raja Ampat tetap rukun walaupun berbeda keyakinan.
Kearifan lokal yang terjaga dikalangan penduduk asli membuat kawasan indah ini selalu terjaga kebersihannya. Banyaknya ekosistem tidak membuat penduduk dengan seenaknya mengambil guna untuk memenuhi kebutuhan hidup. Bukan hanya itu, bahkan untuk mendapatkan gurita, nelayan masih menggunakan cara tradisional yaitu dengan menggunakan tangan sendiri. Mereka akan mencari gurita disaat air laut surut dengan mengandalkan daun kelapa agak kering yang dibakar untuk penerangannya.
Bukan hanya itu, penduduk tidak pernah memberi makan binatang liar dan berdekatan dengan mereka agar kelangsungan hidup mereka tidak terganggu oleh penduduk sekitar. Dengan selalu menjaga kearifan lokal, penduduk sekitar telah sangat membantu kelangsungan kehidupan ekosistem dan kekayaan alam dari Pulau Raja Ampat.
Langganan:
Postingan (Atom)



